“Syarat Minimal S2 Jadi Kendala”

Meski Pemerintah sudah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk program Sertifikasi Dosen. Namun saat ini, masih ada 50 % Dosen di Indonesia yang belum Tersertifikasi,-

Banyaknya Dosen yang belum tersertifikasi menjadi “PR” bagi kita semua. Persoalannya itu muncul, mungkin karena persyaratan utama Dosen minimal harus lulusan S2. Karena saat ini, masih banyak dosen yang masih bergelar S1. Selain itu, beberapa di antara mereka juga belum memenuhi persyaratan misalnya jabatan Akademik, dan karya ilmiah,-

Program sertifikasi Dosen yang dilakukan oleh Pemerintah akan bisa optimal jika di imbangi dengan sikap Pro Aktif dari dosen.  Meski untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan “Proses”, tapi dengan adanya keseriusan Dosen semua itu bisa diwujudkan dengan baik. Terlebih Pemerintah sudah menyiapkan konsep “Reward and Punishment”.

Sebetulnya Pemerintah sudah menyiapkan kedua-duanya yaitu Reward, berupa tunjangan profesi dan punishment nya, yang bersangkutan tidak di akui sebagai Dosen. Menurut hemat saya, kalaulah semua pihak konsisten menjalankanya pasti berhasil.

Kemenristek Dikti, kelihatannya punya “Grand Design” untuk mengejar agar semua Dosen bisa tersertifikasi Tahun ini sebanyak 20 Ribu Dosen diusahakan agar mendapatkan sertifikasi. Sebenarnya biaya sertifikasi Dosen itu murah, sekitar Rp 600 Ribu /Dosen. Padahal jika mereka sudah tersertifikasi akan mendapatkan berbagai macam tunjangan,-

Menurut Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Ali Gufron, semua itu dilakukan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Selain meningkatkan kualitas SDM, peningkatan sarana prasarana serta laboratorium yang menunjang pengajaran juga dilakukan. Ali Gufron, mengatakan “harus ada laboratorium ditetapkan kampus agar bisa belajar mengajar, jadi status kelembagaan harus jelas dibawah mana Akreditasinya”,-

Bagi Dosen yang tidak mendapatkan Sertifikasi, secara otomatis tidak dapat pengakuan sebagai Dosen Profesional. Adapun untuk target 20 Ribu Dosen yang akan disertifikasi, selain salah satu upaya melakukan percepatan. Selama ini banyak Dosen yang belum tahu, bahwa mereka-mereka yang ikut sertifikasi, tapi belum lulus masih bisa mengulang.

Selamat Mencoba,- al 123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *